"Siapa musuh rakyat papua"
Oleh : kang pilamo
Rakyat Papua hari ini sudah sadar bahwa negara Indonesia adalah wujud nyata musuh rakyat papua, kolonialisme indonesia di west Papua, dibungkus dari berbagai paketan kebijakan negara dari UU Otonomi Khusus (OTSUS) No 21 tahun 2001, hingga Perlajutaan UU Otonomi Khusus (OTSUS) tahun 2021 dan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) dll. Menjadi salah satu agenda utama negara kolonial dan Borjuis lokal hari ini, adalah mesin pembunuh secara sistematis dan terstruktur.
Kita tau bahwa Kolonialisme atau Penjajahan adalah suatu sistem di mana suatu negara menguasai rakyat dan mengeksploitasi sumber daya alam. Indonesia mempraktekan watak kolonialisme yang sesungguhnya di west Papua, pengisapan, represif militer, pembungkaman, penangkapan sewenang-wenang, pemenjaraan, hingga penghilangan paksa ini adalah watak kolonialisme atau penjajahan yang sesungguhnya.
Pola pikir penguasa kolonial Indonesia adalah rasialis, diskriminasi,dan merendahkan martabat orang Papua, kenapa demikian? Pastinya kalian pernah mendengar kata-kata penguasa seperti ini; Orang Papua itu masih Primitif, masih terbelakang, miskin, keras, hingga pemberontak, belum mampu mengatur/mengelola SDM dan SDA dan berbagai label dan stigma lainnya. Sehingga Jakarta dan penguasaan harus mengontrol orang Papua dari berbagai lini. Dari politik, ekonomi, sosial, budaya,agama hingga hak hidup dan kebebasan berekspresi.
Omong kosong Jakarta, orang Papua harus di modernisasi, membangun Papua setara dengan daerah Indonesia lain, dalam pembangunan insfratruktur dan kesejahteraan, kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian rakyat Papua diberikan dengan pendekatan militeristik. Artinya semua kebijakan dan keputusan yang di berikan atas nama apapun oleh pemerintah Indonesia dan Borjuis lokal, ialah mengandung rasialisme, diskriminasi, dan merendahkan harkat dan martabat orang Papua. Itulah watak dan pola pikir kolonialisme yang sesungguhnya, Otonomi Khusus (OTSUS) dan Daerah Otonomi Baru (DOB) adalah pola penjajahan yang secara sistematik, terustruktur dan masif.
Indonesia dijajah oleh kolonialisme Belanda dalam waktu yang lama 360 tahun /tiga (3) abad lamanya, dengan pola penjajahan yang sama hari ini Indonesia menjajah Papua, rasialisme, diskriminatif, eksploitatif, pembungkaman, penangkapan, pemenjaraan, hingga penghilangan paksa, dan pemetaan gerakan rakyat melalui pemekaran daerah otonomi secara paksa.
Indonesia sebagai bangsa yang pernah mengalami kejamnya penjajahan Belanda semestinya sadar dan malu mempraktekkan penjajahan terhadap rakyat Papua.
Rakyat Indonesia yang sadar kekejaman negara ini terhadap rakyat Papua, sudah waktunya bersolidaritas untuk melawan sistem yang menindas, rakyat Indonesia jangan biarkan negaramu mewariskan sejarah yang busuk, sudah saatnya rakyat berasatu sebagai rakyat tertindas, sebab rakyat Indonesia harus sadar bahwa Musuh kita sama sistem negara yang menindas dan eksploitatif.
Rakyat Papua harus sadar musuh utama kita adalah sistem negara kolonial Indonesia imperialisme Amerika,dan korporat internasional, nasional maupun lokal yang hari ini eksis dan subur di tanah Papua, Borjuis lokal mentalitas koruptor dan pengemis adalah musuh utama rakyat Papua, yang menjadi parasit kecil yang tumbuh di tubuh rakyat Papua, mereka adalah yang melanggengkan sistem penindasan terhadap rakyat Papua dengan ambisi kekuasaan. Apalagi mahasiswa Papua yang kompromi dengan komplotan parasit adalah keduguan yang hakiki dan patut di pertanyakan independensinya, mereka juga adalah anak kandung parasit kecil yang harus di musnahkan.
Medang juang, 9 April 2022.
Komentar
Posting Komentar