"TANAH ADALAH SYARAT UNTUK HIDUP"


Oleh : pilamo

Kamis malam pukul 19:00, di tengah keramaian warga kota jakarta yang tak ada hentinya, seperti manusia yang tidak mengenal waktu tiada pagi dan malam. 


Kita selalu di pertontonkan, lewat TV media online dan cetak, jakarta adalah pusat kota metropolitan yang sangat maju, bangunan yang sangat mengah dan indah, Konon katanya segala sesuatu serba murah dari makan minum sampai berak. Aman tentram, sejahtera, tiada perampokan, tiada kemiskinan, tiada agresif militer, tiada penggusuran. Lihatlah di TV Jakarta itu balik_baik saja kan?  Ialah tempat berpesta artis tukan bubur naik haji sampai koruptor dan politikus naik pensulap (abrakakkk...dabrakkkk) jadi.....jadi???


Tau kah kamu? Apa yang terjadi pada warga Pancoran Jakarta Selatan, pada tanggal 27 Maret 2021, hingga pada malam ini saya menulis coretan ini 14 April 2022, Tanah mereka telah dirampok oleh negara bertopeng setan tanah, Tempat tinggal/rumah mereka di hancurkan, mereka digusur paksa oleh gerombolan anjing berloreng penjaga modal (sebut TNI/POLRI), dari tanah mereka. Ada beberapa warga yang masih bertahan di runtuhan rumah yang beratapkan terpal.


Di tengah keasikan diskusi, kami ditampar dengan berita yang sangat menyedihkan, ada dua kawan kami di tangkap oleh pihak polisi hanya karena ngamen, ditanya kenapa ditangkap?  katanya menganggu ketertiban umum, saya mulai bertanya kenapa orang harus ngamen? Mereka ngamen demi keberlajutan hidup mereka, karena negara tidak mampu memenuhi kesejahteraannya, pemerintah dan DPR RI menjadi oligarki atas Tanah dan hak hidup mereka. Terus bagaimana dengan perompak(negara) yang mencuri tanah rakyat??


Saya merenung sejenak dan bertanya pada diri saya sendiri? Apa yang akan terjadi di Papua bila  Daerah Otonomi Baru (DOB) itu di sahkan? Sementara di jakarta nasib warga negaranya sendiri saja seperti ini. 


Tanah adalah syarat untuk hidup !!

Setiap makhluk hidup butuh tanah untuk hidup, tiada makhluk hidup yang hidup tanpa tanah. 

Kehidupan Leluhur moyang orang Papua dari Sorong sampai samarai tidak bisa dipisahkan dari Tanah, bagi manusia Papua  tanah adalah mama yang memberikan sumber kehidupan. 

Jangan kita biarkan gerombolan setan tanah memperkosa mama rakyat Papua mencabik-cabik tubuhnya, menginjak-injak kepalanya, rakyat Papua harus sadar gerombolan setan  sudah di depan matamu siap mencegrammu di atas negeri mu sendiri, yang mereka menamakan diri sebagai penjabat negara. 


Rakyat Papua adalah ahli waris yang sah atas Tanahnya, diberika dari leluhur moyang kita untuk rakyat Papua menjaga dan mewariskan kepada anak cucunya. Mulailah bergerak menentukan nasip masa depan negerimu.


Di atas batu ini, saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekali pun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat, tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri,”tulis I.S. Kijne dalam batu peradaban di Teluk Wondama.


Kang Pilamo

Pancoran kota kolonial


#pengusuran

#pertisirakyatpapu

#Tolakotonomikhsus

#tolakdaerahotonomibaru

Komentar